Kurikulum adalah peran mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan.
Pendidikan mempunyai peranan
sangat penting dalam keseluruhan aspek kehidupan manusia. Hal itu disebabkan
pendidikan berpengaruh langsung terhadap perkembangan manusia. Kalau
bidang-bidang lain seperti ekonomi, pertanian, arsitektur, dan sebagainya
berperan menciptakan sarana dan prasarana bagi kepentingan manusia, pendidikan
berkaitan langsung dengan pembentukan manusia. Oleh karena itu, Kurikulum
sebagai rancangan pendidikan menentukan proses pelaksanaan dan hasil
pendidikan.
Ada 5 konsep pengembangan kurikulum diantaranya : Proses pengembangan kurikulum ; desain, implementasi, evaluasi, dan penyempurnaan kurikulum
Alasan :1. Merespon IPTEK
2. Merespon perubahan sosial
3. Memenuhi kebutuhan peserta didik
4. Merespon kemajuan di bidang pendidikan
5. Merespon perubahan sistem pendidikan
Dalam mengembangkan kurikulum tentunya di perlukan model- model yang mendukung untuk pengembangan kurikulum. menurut literatur yang saya baca terdapat beberapa model pengembangan kurikulum di antaranya menurut Peter E. Oliva menyajikan empat model perkembangan kurikulum, yang dibedakan menjadi Model Deduktif dan Model Induktif. Model deduktif adalah model yang dimulai dari hal umum ke hal khusus. Sedangkan model induktif adalah model yang dimulai dari hal khusus ke hal umum. Tiga model deduktif yang disajikan adalah model Tyler; model Saylor, Alexander, Lewis; dan model Oliva. Sedangkan model induktif yang disajikan adalah model Taba.
Dari penjelasan di atas tentunya kita sudah mendapat gambaran tentang arah kurikulum di masa depan, kurikulum pendidikan harus dapat
mengantisipasi dan mengelolah masa depan sekolah agar program sekolah dapat
merespon terhadap kebutuhan anak didik, bukan hanya saja dalam praktek tetapi
aplikasinya kepada pekerjaan, tapi yang penting adalah membuat mereka mengerti,
menerima dan menghargai kenyataan yang ditemui. Hal tersebut tidak mudah karena
selama ini sekolah telah terbiasa berperan sebagai alat untuk mempertahankan
kebudayaan secara konservatif.
Bayangan masa depan juga dipengaruhi sikap mental
ideologi. Tapi kebanyakan kita percaya harus melanjutkan rancangan program
pendidikan yang menekankan individualisme, rationalisme, kekeluargaan, agama
dan kebangsaan. Pada akhirnya kita harus sadar bahwa kurikulum masa depan
adalah suatu pilihan alternatif bagi seluruh manusia.
Pembuat kurikulum harus menciptakan program agar
seluruh pelajar dapat berfungsi optimal dalam masyarakat masa depan. Tugas
berat ini memang berat dan mungkin sangat susah dicapai, namun demikian harus
disadari bahwa kurikulum bertanggung jawab pada mewariskan kebudayaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar